Beranda Berita Utama Mendorong Kemandirian Desa, Bupati FDW Tekankan Pentingnya Transparansi dalam Pengelolaan

Mendorong Kemandirian Desa, Bupati FDW Tekankan Pentingnya Transparansi dalam Pengelolaan

24

MINSEL || KILASTERKINI.ID – Dalam upaya memperkuat kapasitas pemerintahan desa, Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, SH, secara resmi membuka kegiatan “Peningkatan Kapasitas Hukum Tua dan Perangkat Desa untuk Percepatan Pelaksanaan APBDes Tahun Anggaran 2025”. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Whiz Manado ini juga disertai dengan Ibadah Perayaan Natal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa Selatan, yang dipimpin oleh Pdt. Ferro Kaligis, M.Th., selaku Ketua BPMJ GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah.

Dalam sambutannya, Bupati Wongkar menekankan pentingnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, yang memberikan otonomi kepada pemerintah desa dalam mengelola tata pemerintahan dan pembangunan. “Pemerintah desa harus dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah pengelolaan,” jelasnya.

Momen penting dalam acara ini adalah peluncuran Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) versi 2.0.7. Aplikasi ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Simda Desa, dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri. Dirancang untuk menjadi user-friendly, SISKEUDES bertujuan untuk mempermudah pengelolaan keuangan desa dan mendukung aparat desa dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbarui aplikasi ini agar selalu relevan dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tambah Bupati Wongkar. Dengan adanya SISKEUDES, diharapkan pengelolaan keuangan desa dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Acara ini dihadiri oleh Kajari Minahasa Selatan, Bpk. La Ode Muhammad Nusrim, SH., MH., serta Hukum Tua dan perangkat desa yang berpartisipasi dalam kegiatan. Sinergi antara semua pihak diharapkan dapat mendorong kemajuan pembangunan desa di Minahasa Selatan.

(Vhia)