MINSEL || KILASTERKINI.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran (Sulta), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), melaksanakan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2021 Tahap pertama.
Dalam kesempatan tersebut, Pemdes Kapoya menyalurkan BLT-Dana Desa kepada 110 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing sebesar Rp 300.000.
Selain Kepala Desa Kapoya bersama Perangkat Desa, acara penyaluran BLT DD juga dihadiri Kapolsek Tareran Ipda Betsy Lumy, Babinsa Tumpaan, BPD, Pendamping Desa, serta para Perangkat Desa Kapoya
Penjabat Hukumtua Desa Kapoya Osty Kojo menyampaikan bahwa sasaran BLT Dana Desa adalah warga yang terdampak COVID-19 dan yang penting lagi belum mendapat bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BST, Bantuan Kementerian Sosial dan segala bentuk bantuan lainnya.
“BLT-Dana Desa diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah memenuhi kriteria penerima BLT-Dana Desa yang sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Desa (Musdes),” tutur Pj.Hukumtua Kojo
Pj.Kumtua Osty Kojo berpesan kepada warganya untuk bisa mempergunakan bantuan ini untuk membeli kebutuhan pokok serta kebutuhan sehari hari lainnya.
“Semoga bisa bermanfaat dengan adanya BLT-DD ini, serta bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Desa dalam masa pendemi ini,” harap Kojo
Sementara Kapolsek Tareran Ipda Betsy Lumy dalam sambutannya, memberikan apresiasi terkait Kamtibmas yang ada di Desa Kapoya Satu sampai saat ini berada pada posisi aman dan terkendali
Sementara itu, salah satu KPM kepada media mengatakan, merasa senang bisa mendapatkan bantuan BLT DD. Ibu ini mengaku bantuan yang diterima akan dipergunakan untuk tambahan kebutuhan sehari-hari.
“Terima kasih kepada pihak Desa Kapoya atas perhatiannya kepada warga dalam penyaluran BLT DD, Puji Tuhan bisa membantu dalam perekonomian masyarakat dalam masa pandemi,” ujar Ibu yang tidak mau disebutkan namanya
Dalam pantauan, terlihat selama proses penyaluran BLT Dana Desa, warga tetap mematuhi Protokol Kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak.
Reporter: Silvia Langi
Editor: Redaksi









